Lamanya Hubungan Pacaran Tidak Bisa Menjadi Tolak Ukur Dia Jodohmu

Lamanya Hubungan Pacaran Tidak Bisa Menjadi Tolak Ukur Dia Jodohmu

Untuk menentukan atau tahu apakah dia adalah jodoh kita atau bukan memang bukanlah dari berapa lama kita berpacaran. Tidak ditentukan dari seberapa jauh kita mengenalnya, seberapa dalam kita mengenalnya. Kita dapat melihat, banyak orang yang jadian sudah lama, sampai bertahun-tahun bahkan belasan tahun. Ada yang sampai mengenal luar dalamnya, keluarganya teman-temannya. Bahkan rasanya sudah tidak ada lagi yang kita tidak tahu tentangnya. Tapi pada akhirnya anda tidak bisa menikah dengannya.

Lamanya Hubungan Pacaran Tidak Bisa Menjadi Tolak Ukur Dia Jodohmu

Memang masa depan tidak ada yang pernah tahu. Sehingga mau seyakin apa pun kita, jika Tuhan tidak mengizinkannya, maka itu tidak akan terjadi. Bahkan ada yang sudah sampai di proses tunangan, atau menyebarkan undangan nikahan, rasanya tinggal satu langkah lagi, maka anda akan sah sebagai suami istri. Tapi tidak. Akhirnya hubungan harus berakhir dengan beragam caranya. Dan itu banyak terjadi. Hancur, pasti, sakit, pasti. Tapi kita sebagai manusia hanya bisa menghadapinya, menerimanya.

Ada yang membuat seseorang menjadi stres dan butuh bertahun-tahun juga untuk move on, untuk memproses semua itu. Untuk bisa membuka hati lagi. Ada yang hanya hitungan bulan, minggu, seseorang sudah mendapatkan orang lain. Bahkan sudah langsung menikah. Tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa menerima dan menjalani. Tapi itulah proses. Proses pendewasaan bagi kita. Dari segala kesakitan, rasa kecewa, marah yang muncul karena kegagalan itu. Tidak semuanya negatif. Anda bisa mengambil sisi positifnya. Anda bisa melihat, kalau anda memaksakan untuk terus menikah, mungkin hasilnya akan buruk.

Mungkin nantinya akan jauh lebih sakit dari ini, mungkin baru hitungan hari, malah anda harus menerima penceraian. Bukannya baik, Tuhan menunjukkan semuanya di saat lebih cepat. Disaat sebelum semua menjadi semakin serius. Sehingga mencegah anda untuk salah melangkah. Jadi syukurilah. Ambil bagian positif dari hal tersebut, dari kejadian tersebut. Sehingga anda akan semakin dewasa dalam menerima keadaan. Jadi, setelah anda bersedih, bangkitlah, buka lagi hatimu, dan semangat lagi.