Optimis Kepada Orang Lain Boleh, Tapi Jika Dia Memang Tidak Bisa Berubah Jangan Paksakan

Optimis Kepada Orang Lain Boleh, Tapi Jika Dia Memang Tidak Bisa Berubah Jangan Paksakan

Kadang kita terlalu mempercayai seseorang. Terlalu bergantung pada seseorang. Sehingga kita sangat optimis kepadanya. Percaya dia bisa. Percaya dia bisa berubah. Dia orang baik. Sampai anda menjadi tuli akan segala hal negatif tentangnya, menjadi buta akan segala sikap buruknya. Karena saat anda saking optimisnya, saking percayanya. Anda hanya akan melihat dan mendengarkan semua yang positif tentangnya. Dan itu akan terjadi secara otomatis. Seperti telinga dan mata anda akan dengan otomatis, menolak semua hal negatif tentangnya.

Optimis Kepada Orang Lain Boleh, Tapi Jika Dia Memang Tidak Bisa Berubah Jangan Paksakan

Dan nanti akan tiba satu saat anda begitu lelah, dan capek. Dengan tidak ada perubahan darinya. Tidak ada kesadaran diri darinya. Yang mematahkan harapan anda, mematahkan optimisme anda. Dan akhirnya seketika mata dan telinga anda menjadi sensitif akan segala hal negatif tentangnya, dan mulai menerima keadaan. Bahwa memang tidak semua orang bisa berubah. Ternyata banyak orang yang sudah menyadari sesuatu yang salah. Menyadari akan hal tersebut tidak baik dan bisa merugikan dan juga menyakiti orang lain. Tapi mereka tetap memiliki melakukannya. Karena mereka suka, mereka ingin.

Dan pola pikir yang seperti itu yang tidak bisa kita kontrol. Yang tidak bisa di ubah. Lain halnya jika orang tersebut tidak menyadari bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Dan dengan anda mempercayainya, memiliki optimisme akan dia bisa berubah dan menjadi lebih baik. Itu masih ada kemungkinan untuk hal itu terjadi. Karena dia memang tidak tahu apa itu benar atau salah. Jadi saat dia mulai sadar bahwa yang dilakukannya salah. Membuat dia sadar, dan mencoba berubah menjadi lebih baik. Tapi jika orang yang bersangkutan sudah tahu itu salah. Dan dia tetap memilih dengan kesadarn penuh untuk terus melakukannya.

Disitulah jelas jawaban, bahwa anda harus berhenti optimis padanya. Dan menerima kenyataan bahwa anda harus berhenti dan melanjutkan hidup anda. Karena sebuah pilihan yang di ambil dengan kesadaran penuh. Menunjukkan bahwa dia tahu, apa yang dia mau dan tidak. Dan jika pilihannya malah menyakiti anda. Berarti itu pilihannya untuk tidak ingin anda. Jadi angkat kepala anda dan bangkit.